Rss Feed
  1. Aku Tidak Merindukanmu

    Sabtu, 30 Oktober 2010

    Aku tidak merindukanmu,
    Hanya ingin melihat lengkungan senyum itu,
    Ingin mendengar ceritamu,
    Ingin duduk diam menemanimu mengerjakan tugas-tugas itu,
    Ingin kau marahi karena makananku tak habis lagi,
    Ingin memukul kepalamu,
    Ingin kau suruh segera pulang, karena kau tak punya teman berbincang
    Ingin berjalan seiring di tengah keramaian,
    Tidak, aku tidak merindukanmu,

    (suatu siang yang hangat, 8 Agustus 2010. 14.48)
    |


  2. Buntu!

    Minggu, 17 Oktober 2010

    Kata orang,
    waktu paling tepat untuk menulis adalah ketika hati sedang gelisah
    Dalam kegelisahannya di Pulau Buru, Pram menghasilkan tetralogi yang telah dan masih menyentak dunia.
    Pun masih dalam sebuah kegelisahan, Chairil Anwar mampu merangkai puisi-puisi indah.
    Saat ini aku gelisah.
    Tapi aku tak punya ide untuk ditulis.
    Buntu.
    Kata orang,
    Ketika tak tahu apa yang ingin ditulis, tulislah ketidaktahuan itu
    Aku tulis itu
    “Aku tidak tahu ingin menulis apa”
    Tapi kalimatku berhenti di situ
    Tidak mau mengalir seperti apa yang orang-orang janjikan
    Aku tidak tahu apa-apa, tidak tahu ingin menulis apa, tidak tahu harus menulis apa jika aku tidak tahu ingin menulis apa
    Aku tidak menulis apa-apa.
    Buntu!
    (suatu malam ketika aku tak tahu harus menulis apa, Medan, 27 Agustus 2010. 23.04 WIB)
    |


  3. Aku Jatuh Cinta Pada Hujan

    Minggu, 03 Januari 2010

    Aku Jatuh Cinta pada Hujan...
    Hari ini, hujan membangunkanku dari tidur. Hujan juga yang mengantarkanku tidur malam tadi. Entah kenapa, aku selalu jatuh cinta pada hujan, bahkan ketika aku 'kehujanan'-yah..suatu kondisi dimana hujan turun di saat yang menurutku tidak tepat. Tapi aku selalu menikmatinya. Membiarkannya membuatku basah.
    Aku ingin mandi hujan. ..
    |