Rss Feed
    Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan



  1. Aku hanya bisa tertawa melihatmu yang sedang bercermin.
    Kau merasa jijik, kemudian menangis.
    Lagi-lagi aku cuma tertawa dan mengutuki betapa bodohnya kau.
    Apa yang kau pikirkan ketika kau memutuskan tidur dengan seorang lelaki?
    Cinta?
    Haha
    Bagi mereka, cinta hanya kata-kata indah dan perhatian lebih yang harus dikorbankan untuk bisa menikmati tubuhmu dan memiliki kelaminmu.
    Kau melakukannya karena cinta.
    Mereka mencintaimu karena ingin melakukannya.
    Kau tahu apa bedanya kau dengan seorang pelacur jalanan?
    Bedanya hanyalah demi apa semua itu dilakukan.
    Kau demi cinta, mereka demi uang.
    Tapi setelah sperma itu keluar, kau atau mereka, akan sama-sama ditinggalkan.
    Seperti seonggok daging yang mulai busuk.
    Pelacur mendapatkan uang.
    Apa kau mendapatkan cinta?


    Cinta tak lagi ada setelah kau ditidurinya..



  2. Bulan Ke Dua

    Senin, 11 Juni 2012



    Bulan ke dua itu, kelegaan dan kehilangan mengatur jadwal untuk bisa datang berdua.
    Masih di bulan ke dua itu, pertemuan dan perpisahan berkunjung di waktu bersamaan.

    Lalu ada perjalanan.
    Dalam perjalanan, apa yang sudah berpisah, bertemu lagi, lalu berpisah lagi, lalu tak akan bertemu lagi.