Rss Feed
  1. “Apa Kabar?”

    Selasa, 10 April 2012


    “Apa Kabar?” atau “Bagaimana kabarmu?” adalah pertanyaan yang menurut saya cukup abstrak. Saya bahkan selalu bingung jawaban seperti apa sebenarnya yang diinginkan pertanyaan itu. Karena bingung ya saya jawab saja “Baik” atau “Tidak begitu baik”. Tapi bukankan jawaban “Baik” dan “Tidak begitu baik” adalah juga jawaban yang sangat abstrak dan terlalu luas.

    Kabar seperti apa yang sebenarnya ingin ditanyakan oleh sebuah pertanyaan “Apa kabar?”


    Nah, kita, siapapun kita, pasti pernah bertanya “Apa kabar?” kepada seseorang juga sebaliknya, kita pun pasti sering ditanyai hal yang sama oleh seseorang. Apakah tujuan orang menanyakan apa kabar?. Untuk pertanyaan ini, saya punya beberapa opsi jawaban yang mungkin sering menjadi alasan kita menanyakan “Apa kabar?”.

    Pertama, memang ingin mengetahui kabar seseorang. Ini biasanya ditujukan pada sahabat atau teman lama yang sudah lama tak bertemu atau kepada seseorang yang pernah atau sedang menjadi bagian penting dalam hidup kita.

    Kedua, pertanyaan apa kabar hanyalah sekedar basa-basi. Kita bahkan tak benar-benar ingin tahu kabar seseorang ketika kita menanyakan “Apa kabar?”. Ia hanya sebagai bentuk pertanyaan formalitas ketika bertemu seseorang. Dalam kondisi seperti ini, jawaban yang kita dapat pun biasannya hanya “Baik”, “Sehat”, “Tidak begitu baik” atau “Kurang sehat”.

    Ketiga, bertanya apakabar sebagai sebuah sindiran kepada seseorang yang biasanya selalu memberi kabar, namun dalam kondisi tertentu ia tiba-tiba tak memberi kabar.

    Dari ketiga pilihan alasan yang saya coba sebutkan, sepertinya sebagian besar dari kita selalu menanyakan “Apa kabar?” dengan alasan yang kedua. Nah, kadang saya bingung, untuk apa seseorang bertanya suatu hal yang ia bahkan tak mau tahu dan tak peduli dengan jawaban yang akan ia dapat. Atau terkadang bertanya tentang sesuatu yang mungkin ia sudah tahu jawabannya.

    Apapun alasannya, “Apa kabar?” adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan karena ia adalah bagian dari basa-basi. Ya, bangsa ini memang bangsa yang terlalu banyak basa-basi. Haha..

    Ini mungkin tulisan yang sangat ngalur ngidul. Hanya berawal dari ketidaknyamanan saya dengan pertanyaan “Apa kabar?” yang semakin lama semakin kedengaran seperti pertanyaan tak penting. Tapi ya tak apa, toh hidup ini terkadang butuh hal-hal yang tidak penting. Dan kamu, bagaimana kabarmu?
    |


  2. 1 comments:

    1. anke junafi mengatakan...
      Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    Posting Komentar