Rss Feed


  1. Saya merasa lucu ketika mendengar seorang teman berkata begini, “Aku tidak berbohong, aku hanya sedang menyembuyikan kebenaran.”

    Apa bedanya?
    Bagi saya, kebenaran yang disembunyikan, yang kalau dikatakan akan mengubah suatu keadaan menjadi tidak seperti yang diinginkan adalah sebuah kebohongan. Ya, mereka yang begitu, tetap saja pemboohong.
    Misal, misal nih yaaa… saya punya pacar yang kebetulan sedang berada jauh dari saya. Lalu pada suatu ketika saya pergi ke toko buku sama laki-laki lain, ya katakanlah dia selingkuhan. Si pacar nanya, saya di mana. Saya bilang lagi di toko buku. Nah, dia enggak nanya lagi saya sama siapa, tapi malah nanya, saya nyari buku apa. Pembicaraan pun berlanjut tentang buku. Dan dia enggak pernah tahu kalau saya ke toko buku sama laki-laki lain.


    Saya tidak mengatakan satu kebohonganpun kan? Ya, tidak. Tapi saya menyembunyikan kebenaran, yang kalau diketahui pacar saya, membuat dia berubah pikiran untuk mungkin kemudian melamar saya (mungkin ya…mungkin). Pada titik itu,  saya pikir saya juga pembohong.

    Saya pernah punya teman yang terbiasa ‘membuka kedua tangan’ untuk lebih dari satu laki-laki. Dia tidak pernah berbohong sedikitpun pada setiap laki-laki itu, tapi ia menyembunyikan kebenaran itu. Dia ngotot kalau dia tidak berbohong. Bagi saya, dia tetap pembohong.

    Saya cuma ingin bilang, jangan sampai kita merasa berada pada posisi yang benar dengan tidak mengatakan kebenaran. Merasa diri bukan pembohong, dengan menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi, demi keuntungan diri sendiri dan membuat orang lain rugi, atau mungkin patah hati. *eh!
    |


  2. 0 comments:

    Posting Komentar