Rss Feed
  1. #LIMA JUNI (Menjadi Tolol)

    Selasa, 05 Juni 2012


    Kadang merasa tolol mengingat hal-hal tolol. Tapi untuk beberapa alasan, menjadi tolol terkadang membahagiakan. 

    Saya mungkin sering menertawakan orang yang melakukan hal tolol karena mencintai seseorang. Misal, rela enggak masuk kuliah karena harus jemput pacar, mau digantung bertahun-tahun karena memang tidak bisa mencintai orang lain, Ikhlas enggak ikut keluarga liburan ke luar negeri karena udah janji nemenin pacar. Melihat orang lain begitu, saya pasti bilang ‘dia tolol’. Tapi sadar atau enggak, ketololan karena mencintai orang lain juga pernah saya lakukan. Ah, tak perlu saya jelaskan bentuk ketololan seperti apa. Yang jelas, ketika kenangan-kenangan tolol itu diingat kembali, saya Cuma bisa membatin, “How fool I was.”


    Menyesal sudah pernah menjadi tolol? Bisa iya, bisa tidak. Saya sih tidak. 

    Ketololan saya di masa lalu menciptakan kebahagiaan di masa lalu. Mengapa saya harus menyesal untuk sesuatu yang bisa membuat bahagia? Sama seperti kebahagiaan dan kamu, ketololan juga tidak abadi. Mereka—kalian bisa datang dan pergi. Kadang dalam waktu bersamaan, kadang juga tidak. Jadi, tak ada yang perlu disesali. 

    Kehilanganmu mungkin berarti kehilangan ketololan dan kebahagiaan untuk sementara. Meski kamu sudah benar-benar pergi, ketololan dan kebahagiaan pasti datang lagi, dengan wajah mereka yang baru. Karena tanpa ketololan, hidup ini akan sangat datar.

    |


  2. 0 comments:

    Posting Komentar