Rss Feed
  1. Dialog Batin

    Jumat, 10 Agustus 2012






    Sudahlah, tindakanmu sudah benar. Tak ada lagi yang perlu kau bicarakan. Ia bahkan tak pernah merasa bersalah dengan tindakannya.


    Kau tau? Kau tak seharusnya seperti ini. Bicaralah padanya. Perbaikilah apa-apa yang telah kalian rusak.

    Kau sudah pernah berusaha memperbaikinya, bukan? Tapi hasilnya? Kau malah menyimpan rasa sakit yang tak pernah mereka ketahui.


    Benar katanya, kalian harusnya bicara, mencari solusi, bukan malah diam, dan membiarkan orang-orang mencibir kalian.

    Ia hanya sedang peduli pada cibiran orang, bukan pada apa yang kau rasakan. Ia tak pernah peduli tentang kau.

    Barangkali ia juga merasa sakit, hanya saja ia juga butuh sesuatu yang bisa membuatnya bahagia.

    Sebagai manusia yang punya logika dan perasaan, harusnya ia tak akan merasa bahagia ketika tau kau menderita. Kau ini dianggap apa?

    Anggaplah itu kesalahannya. Kau juga pernah bersalah, bukan? Tapi cobalah untuk melihat kebaikannya. Melihat apa yang sudah pernah kalian lewati, bersama.

    Aku pikir, apa yang pernah dilakukannya sudah cukup menunjukkan kalau dia bukan orang baik. Setidaknya, ia tidak baik padamu.

    Tapi kau merindukannya, bukan?

    Tidak, kau tidak merindukannya. Kau hanya merindukan kenangan tentang kalian. 

    (Kemudian memejamkan mata, memaksa untuk tidur yang awalnya tidak bisa)

    |


  2. 0 comments:

    Posting Komentar