Rss Feed
  1. Pada Suatu Pagi

    Sabtu, 25 Agustus 2012


    Sudah kuputuskan untuk menolak memberi tahu apapun tentang aku. Karena betapapun jelas aku deskripsikan, kau tak akan bisa paham. Kau tak merasakan, karena kau bukan aku.

    Ada memori yang pernah kita bagi, ada kenangan yang pernah kita ceritakan, ada rasa yang pernah kita utarakan. Tapi kali ini, aku memilih diam. Menyimpan rasa di tempat paling aman. Menahan setiap kata yang bisa saja keluar tanpa sengaja.

    Kalau boleh jujur, aku ingin sekali kau bisa ikut merasa, agar aku punya teman cerita, agar tawa kita segera menggantikan air mata—seperti biasanya. Tapi barangkali aku memang harus menangis sendiri, tertawa sendiri, menertawakan diri sendiri. Lalu belagak sok berani, sok mandiri, sok bisa hidup sendiri.


    I miss our quality time
    |


  2. 0 comments:

    Posting Komentar